Sajak Pujian

sambut menyambut

sahut menyahut

tersebut sebut
puji pujian

saut sautan

bertaut-tautan
senyum mengembang

bahagia tersambang

diiringi tembang
selamat untuk paduka atas pujian

bersyukur hamba yang tanpa pujian

syukur atas untaian keberkahan

maaf kan hamba tanpa pujian

mencoba mengais remah-remah keberkahan
apalah hamba, agungnya paduka

hamba belajar akan sahaja

paduka sudah berwibawa
hatur nuhun tersampaikan

pada Gusti, pada paduka, pada para malaikat, pun pada iblis yg membuat hamba menaiki tangga ini~
masih sembari mengais keberkahan dari Gusti 

bagi hamba yg tanpa pujian ini

keberkahan sangat berarti.. apalah hamba,

pengais remah-remah berkah dari Gusti. 

Sawalas, 

Grha sabha pramana

16 November 2016

pkl. 09.37 WIB

Jejaka bercelana hitam (1)

ia kah? 

ia kah jejaka itu? 

berjalan terburu hadir dihadapanku, 

aku berlari, tetiba sudah disisiku

aku terdiam, ia berdiri menatapku. 

ia kah jejaka yg namanya bersanding denganku di lauhul mahfudz? 

sejauh aku pergi, ia selalu menghampiri. 

ia kah jejaka itu? 

jejaka bercelana hitam yg belum kutahu bagaimana rupa sesungguhnya.
ia kah jejaka itu? 

pengingat akan cinta Sang Maha Penyayang. 

ia kah jejaka itu? 

hadirnya membuat banyak orang rela mengangkat kepala, menjabat tangannya satu persatu. 

ia kah jejaka itu? 

yang baru kutahu hitam warna celana dan sepatunya. (dikutip dari sajak jejaka bercelana hitam 1/999+) Sawalas, 

3 Desember 2016

Pemalang

​Sajak pelangkah

Sajak menjejak tak berjarak
Bagimu langkah itu ada

Bagiku kasih bersembunyi 

mereka dekat berteriak 

jauh bersua mengada

dekat bersapa sunyi
siapa dimana adanya

kemana bagaimana tanya
pergi tanpa berpaling 

datang bersama beling
kata ramai memukau semua

kata tetangga indah berupa
sudah disini

sudah disana
pelangkah muda menua

pelangkah tua bersua
langkah bersenyum satu

sajak ikhlas menyatu
Assalamualaikum… Barokallahu fi kum… ================

Yogyakarta, 1 Maret 2017

Sawalas. 

#sajak #pelangkah #langkah #puisi #syair #Maret #2017 #yogyakarta

Sajak Purnama dua

PadaNya.

.Mereka berteriak lantang; pamerkan keperkasaan; yakin tak tertanding; kokoh melebihi dinding.

.

.Disana terseok datang;

.menghalau ketersiksaan;

.harap dapat bersanding;

.surga jadi pembanding; katanya hidup berfana; kataku hidup mengabadi;

.kataku hidupnya fana; katanya hidupku abadi

.sekumpulan mereka; sekumpulan disana; terlena dengan fana; terhanyut dalam mengabdi;

.”bukan!”, teriak aku

.”bukan tentang mereka dan disana!!”, lantang suaraku

.”kudengar dari sang pujangga” ucapku menggema. .”Yang fana adalah waktu. Kita abadi!!!!!” aku tersenyum

.”bagaimana bisa?” tanyamu tak paham

.”kita abadi jika padaNya”

.”kita berpadu hanya padaNya”

.”kita berjuang pun padaNya” tuturku perlahan

.”benarkah?” terasa ada binar bahagia darimu.

.”YA!!! KITA ABADI!!!!!” Suaramu menggelegar.

.

.Sawalas

.Pasundan, 14 Maret 2017.

.

.nb. Barokallah @m.khaerul_huda.  Mugi Gusti berkahi. Selamat mengabadi dan selamat mengabdi di usia 113. Percayalah, anda sudah menua 😅😎✌. Lekas berbenah, waktumu terbatas 😎.

.

#waktu #fana #abadi #mengabdi

​Al-ihsan

 .Ada yg namanya cinta;

Diam2 terang2 mendekap erat;

Kasihnya melingkupi gerak nyata;

Doanya mengalir tersirat; .ada yg bernama bapak;

bukan bagian dari darah;

perlindungannya kuat menapak;

sedih gulana membuatnya marah;

bapak yg telah berpulang;

meninggalkan kenang-kenang; .ada yg bernama ibu;

baru jumpa saat dewasa;

sayangnya membuat tak tau

meyakini benar ibu terasa;

ibu menyusul bapak, pulang padaNya;

membekas kasihnya, tersimpan cintanya; .berpulang bapak, berduka sangat;

.berpulang ibu, duka lara mendekap erat; .kamis malam, jumat pagi;

mendengar kabar ibu pergi;

lemas tersengal nafas memagi;

harap ibu bersama bapak di sisi Sang Maha Tinggi; 
————————-

.Ditulis untuk ibu matbakh pondok al-ihsan kami, semoga Gusti memudahkan hisab ibu dan menempatkan ibu di tempat terbaik disisi-Nya. alfatihah…. ——————————

.Sawalas, 30.3.17

Yogyakarta.

Sajak Tuhan

Disinikah Tuhan? 

ku sebut Gusti

ia sebut Hyang widi
tak ingin risau 

tak guna ceracau
berpulang satu

Tuhan satu

bagiMu 

bagi Engkau
teriak Gusti olehnya

teriak Gusti baginya
sudah cukupi saja

demi cinta Tuhan kita

menghamba dalam senyumNya
tak dimana2 pun mencari

disinikah Tuhan (?) 

(W. Sawalas) 

​Sajak purnama ke-1

langit bersih, 
silau terbit;

menyapa aku dg sentuhan
gugup masih, 

terlampau pahit;

selamat tinggal kenangan
juli bersua

agustus berjumpa

september bertemu

oktober bersapa

november berjabat

desember bersatu
bismillah;

untuk diriku sajalah;

doa-doa sampailah;

kehadiratMu Allah;

duhai Lillah;
merangkak aku;

berjalan kaku;

memelas kasih;

tak tersisih;
hanya padaMu;

Dikau selalu;

aku mengadu;

tersedu2;
manis memanis

tanpa tangis

pahit memahit

tanpa sakit
Terimakasih 

utk mu Kasih

utk mu kasih
tegak berjalan

tegas pandangan

tapak menetap

tajam menatap

(Sawalas, 14 Juli 2017) 

#sajak #puisi #juli #spesial #purnama1 #future #hope