Kabar rumah

Siang tak begitu terik. Masih ramadhan… Orang-orang berpuasa dan menahan hawa nafsu. Aku di bonceng sahabatku namanya sita menuju salah satu tempat perbelanjaan di kota ini. Mencari nama makanan atau obat bernama angkak. Beras merah yang di fermentasi.
Raisa bernyanyi dengan santainya. Ah ya… Itu bunyi dering hp ku. Ada telpon.
“halo… Assalamualaikum.. ”
” waalaikumussalam.. Mbak, dmn? ”
” di jalan mah,  mau beli angkak”
“mbak,  pulang skarang ya. Pokoknya sekarang pulang”
“hah? Iya mah”.
Telpon dimatikan dari sebrang.
Aku bingung. Pulang(?). Aku benar-benar tak tahu harus bagaimana. Aku diminta pulang saat itu juga.
“ada apa? ”
Aku bertanya-tanya.

Si sakit

Ada gadis diam-diam demam
Panas tinggi suhu di badan
Mata kunang-kunang berair mata
Melihat sekeliling tak ada siapa
Merintih bibir tipisnya
Menahan lara dari kepala
Demam menjalar sekujur badan
Memohon ampun atas sakitnya

image

Dinggin di rasa,  demam di badan
Menggigil Ia tak ada yang tahu
Malam-malam menjelang
Berselimut,  hingga tertidurlah Ia..

Tengah malam ingin bangun Ia,
Mencoba sahur,  tak ada daya
Kepala pening berputar-putar
Demam masih melekat di badan

Disebut-sebutlah nama,
Nama Tuhannya, nama emak bapaknya,  nama kasihnya,  nama sahabatnya..
Oh sungguh tak ada yang datang..
Malah-malah malaikat maut terbesit kehadirannya..
Si gadis ketakutan, takut-takut hingga tertidurlah Ia…

#tersambung

Sajak Cinta

IMG_0138
jumat;
entah bagaimana aku mencintai hari jumat;
hmmm awal tahun, setelah ku ingat-ingat;
sejak itu, mungkin aku mencintainya sangat;
memahami, betapa hari ini seperti pukat;
punya daya magis yang mendekap-memikat;
ah… tidak! tidak! daya logisnya juga membuatku terpikat;
seseorang itu, parasnya kucari, berharap tak ada sekat;
mencuri-curi, mencari-cari, Ia yang begitu mengikat;
aku dan Ia. seakan kami beberapa saat terikat;
hanya dihari jumat;
bersamamu hai pemikat;
 ——-
sawalas
20 Mei 2016
9.43 WIB
Yogyakarta

sajak gi

IMG_0440

pagi memagi

tak melupa mandi dan gosok gigi

mengambil sajadah, berdoa pada Sang Pembagi

membuka catatan, oh hitungan tambah kurang kali bagi

gegas, bersiap aktivitas pagi

naiki gendaraan bergigi

lampu merah, bertemu senyum menyunggi

terkaget, ada gadis kecil berbagi

oh sungguh malunya memagi

pagi, pagi, malu, pagi

pagi, memagi, berbagi

 


sawalas

20 Mei 2016

07.52 WIB.

Yogyakarta

 

sajak kopi

minuman-kopi

(sumber gambar: http://www.isigood.com)

harum baunya hitam pekat

pahit terasa sungguh sangat

panas dingin tetap memikat

mengulun senyum hingga tercekat

bara aura, aku terikat

 

menelan rasa pahit seteguk

tak sadar, “gluk… gluk…”

nikmat, seteguk-seteguk

habis sudah, sesengguk

jumpa didepan si guk-guk

berteriak “guk.. guk..”

 

duh duh, kaum manusia

bukan bayi, bukan lansia

banyak langkah yang sia

mudhorot dalam usia

esok jumpa Ia

 


sawalas.

19.5.2016

Pukul 23.36 WIB.

Yogyakarta

 

 

lelaki ini

sering…
ingin bersajak untuknya
merangkai bait-bait puisi untuk seseorang ini
sekedar memilah diksi untuk sosoknya
berkata indah untuk lelaki ini

gagal.
selalu tak bisa.
gemetar badan ini.
tak mampu lidah ini.
kelu. kaku.

lelaki yang terlampau indah dari sajak
lelaki yang terlampau puitis dari puisi
hingga diksipun tak mampu berkisah tentangnya

lelaki ini, pemimpin pertama yang aku kenal
memimpin rumah kecil, tempatku tumbuh
lelaki ini, sangat santun padaku
tak menyuruhku melakukan apapun,
selalu membimbingku, mengarahkanku
siap mendengarkanku, sesekali menegurku

sekarang, lelaki ini sudah semakin bertambah usia
terakhir aku berjumpa dengannya, ia begitu menyenangkan dalam tegarnya.
ah, aku benar2 tak tahu harus berkata apa,
lelaki ini, sungguh tak ada yang menyamai.

sawalas.
Yogyakarta, 30 april 2016
pkl. 15.15 WIB

sajak rindu

Gadjah Mada!

kamu yang ku kenal sangat bersahaja.
ada apa gerangan?
pagi ini kawanku memberi kabar,
tentangmu yang seakan sedang gundah…
lelahkah kamu?
kamu begitu sayu,
alunan semangat yang kau tularkan padaku sekarang terasa getir.
beratkah bebanmu?
kamu tak seperti biasanya,
lantang, tegap, cerdas, religius, humanis, berjiwa sosial, sangat mempesona, dan masih saja bersahaja..

Gadjah Mada!
kamu yang ku kenal sangat bersahaja.
………………………………………………

sawalas.
dalam rindumu.
3 Mei 2016

sajak pergilah

kasih malam
malam sunyiku
gelap menggeliat Ia
gemerlap bintang, senyum disana
menangis aku melepas engkau

langit temaram tersedu aku
melihat engkau terbahak saja
kasihku kini, dimana engkau
pergi kesana pulang tak pernah

malam kasihku, sunyi malamku
dimana engkau? terbahak selalu
———————-
sawalas
17.5.16.8.23
Yogyakarta

selamat

bunga terangkai, indah
bertaut kelopak pada mahkota
kawan kau selamat sudah
mengikat ilmu padanya cinta

aku mencari berkeliling gedung
suara bising mendengung-dengung
tak bertemu juga di panggung
ingin melihat senyum kau bersenandung

kawanku, kawan maafkan aku
aku, untuk ku, aku maafkan
menyelinap panas tak ketemu aku
kau kawanku, aku maafkan

————————–
sawalas
18.5.16.12.25
Yogyakarta

LEMON ENERGY

You gotta keep winning or get pushed to the edge

Wirdatul Aini

Live your life with read and write ^^

Gizi is Easy!

Sharing nutrition things and others

perpuskecil.wordpress.com/

some books to share from my little library

KacamataBanyu

Lepaskan dan terimalah ia, war :)

ayatayatadit

[citation needed]