wajah balik

anjing berlari, suara menderu
anjing duduk menatap Ia
siapa sangka sudah menyeru
terburu sangat adalah Ia

menanya daku, tentangnya
bersorak-soraklah mereka
tak tahu beban bergayutnya
langit menghitam, malam kita

ada sorak, teriak dekat sekali
mendengar tidak, takut-takut
menatap kalap di ujung kali
bicara lantang mangut-mangut

jalanan luas, anjing tertidur
terbangun kaget, mengawasinya
mengangguk-angguk, sembari kabur
malu memalukan memutar baliknya

—————————-
sawalas
18.5.16.21.10
Yogyakarta

padamu, daku

malam menjelang di tengah temaram

sosok lelaki bersiul menatap awan

gadis pelajar bermain malam

burung terbang mencari kawan

 

malam malam mendendang rindu

pada lelaki bersiul madu

gadis pelajar tersipu-sipu

dibalik pintu memegang sapu

 


sawalas

19 Mei 2016

20.22 WIB

Yogyakarta

 

 

 

surat balasan#4

Ia termenung sejenak.

solutif. yap! aku tak bisa mengeluh terus. hidupku harus tetap berjalan. Apapun yang terjadi. Dengan atau tanpa surat balasan dari mereka.

Manggar memilih menutup layar yang sedari tadi tak memberikan apa yang diinginkannya. Menyiapkan apa-apa yang akan Ia bawa ke kampus hari ini.

hmmm sudah pukul 08.07 WIB. baiklah, aku harus keluar dari kosan. mungkin dengan ke keluar kos aku menemukan pencerahan untuk kepalaku yang mulai penuh pikiran negatif. 

—————–

kotak surat

Surat balasan.

menantikanmu seperti menanti hujan di musim kemarau,

bukan mustahil hanya terasa nihil,

hujan mungkin datang, namun perlahan..

memang tak pernah meminta aku bersabar,

namun apakah aku berhak terkapar seakan tak sadar?

tidak.. tentu itu bukan yang aku pilih..

aku akan memilih menikmati moment menunggu ini..

pasti akan ada masanya kamu datang,

dan bagiku tak ada lagi yang sia-sia,

karna aku menunggumu dengan menikmatinya,

menikmati setiap detail penantian kedatanganmu,

dengan mempersiapkan segalanya,

agar saat kamu hadir, semuanya menjadi semenyenangkan kiraku,

kamu adalah surat balasan darinya.

seseorang yang dalam beberapa waktu ini begitu berarti.

bagi ku sekarang. bagiku dimasa depan. tentu.

 

#bersambung

 

 

ah… maafkan #haha

Drrrtttttzzzzz…..

suara blender begitu bising;

aku duduk berhadap piring;

tengok kanan gadis bergaun ping;

tengok kiri jejaka bertopi miring;

tiba-tiba ada gelas terbanting;

Prang!

aku diam tak bergeming.

takut-takut tertuduh salah;

terdengar suara sumpah serapah;

tertatih sebuah langkah;

bersimpuh seakan mengaku kalah;

melamar-pasangan-sembari-berlututsumber: http://palembang.tribunnews.com/

 

ku beranikan menoleh,

melihat adegan bak pangeran & putri menoreh,

ah, pacaran..

ah, kencan,

ah….

aku memilih menuliskan

kisah mereka yang pas-pasan

ah.. maafkan #haha

 

###

kisah cinta anak SMA mungkin wkwkwkwk

Yogyakarta, 10 april 2016 di warung milkshake depan hotel tentrem wkwkwkwk

20.04 WIB

surat balasan#3

manggar

Gadis itu bernama manggar. sesuai dengan namanya, ia sangat menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan pohon yang bunganya bernama manggar. Kelapa. Yap. Manggar dalam bahasa jawa adalah nama  dari bunga tanaman berbuah kelapa dengan nama latin Cocos Nucifera. Tanaman dengan marga cocos dari suku aren-arenan atau Arecaceae. Tanaman yang dikenal serbaguna karena seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan. Tanaman ini konon katanya berasal dari pesisir Samudera Hindia di sisi Asia, dan kini sudah menyebar luas di seluruh pantai tropika di dunia.

Manggar pernah bertanya pada emak dan bapaknya, perihal nama yang diberikan padanya. Bapaknya mengatakan,”Bapak dan mamak hanya pengen kamu jadi manusia yang berguna, jadi penolong untuk orang lain, syukur-syukur bisa ngasih manfaat buat orang banyak”.

Berbeda dengan emaknya, yang menjawab, “kamu itu perempuan nduk, jadi manggar itu ya kamu harus bisa jaga diri. Meski kamu perempuan kamu mesti mandiri. Manggar bunga kelapa itu bahan pembuatan alkohol dan cuka itu hasil fermentasinya, bisa juga untuk obat tradisional dan bahan kerajinan. Nah, kamu harus bisa jadi ketiganya Nduk, kamu harus bisa menempatkan diri, seperti halnya alkohol jika tidak digunakan dengan baik, maka akan banyak mendatangkan keburukan. Suatu saat kamu akan paham semua maksud emak dan bapakmu ini. Nama manggar itu bukan nama sembarangan. Itu khusus untuk kamu Nduk.”

Ah, jika teringat emak dan bapak rasa-rasanya kedamaian selalu melingkupi hidupku, tak terlewat barang sedetikpun. ucap manggar dalam hati.

sekarang dihadapannya layar monitor laptop masih menyala. Menunjukan email yang masih terbuka dan belum ada balasan dari orang yang ditunggunya.

“Huh! mau sampai kapan aku akan seperti ini. menunggu dan tak ada yang pasti. benar-benar…. hhrrrgggg!!!” manggar berteriak mencoba melepas penat. sendiri di dalam kos nya.

#bersambung…

 

surat balasan #2

tak kan pernah ada yang lain disisi segenap jiwa hanya untuk mu….tak kan mungkin ada yang lain disisi, ku ingin kau disini tepiskan sepiku bersamamu..

IMG_0479

Bunyi telepon dengan lagu berjudul “hingga akhir waktu” karya Nine Ball berdering meminta untuk dijawab oleh si pemilik handphone. Tak jauh dari sana, seorang gadis duduk terdiam menatap layar monitor. Jari-jarinya masih sibuk mengetik sesuatu. raut wajahnya tak menentu. Sebuah ekspresi antara berharap, bosan, putus asa, keinginan dan kekecewaan.

“hhhh… belum juga ada surat balasan dari keduanya. Orang yang sangat berharga buatku. Oh Allah, please mudahkan jalanku. Kenapa mereka tak lekas memberikan surat balasan dari email yang aku kirim? aku benar-benar kesal. sudah lewat dari seminggu untuk 2 .. hampir 2 minggu.. oh, sudah lewat dari 3 minggu, hampir satu bulan. Mengesalkan!”. Gadis itu bergeming. berbicara dengan dirinya sendiri.

dering telepon masih meraung-raung, menunggu tanggapan si pemiliknya. Gadis itu pun mengambil handphone dan menekan tombol telepon berwarna hijau.

“Waalaikumussalam… iya?” jawab gadis itu.

perbincangan lewat telepon pun berlangsung cukup lama. Ada sesuatu yang di perdebatkan. Gadis itu terlihat lesu. seseorang disebrang sana yang berbincang dengan gadis itu seperti memiliki kekuatan magis yang membuat gadis itu seperti kehilangan kekuatan.

Gadis itu bernama…

#bersambung….

surat balasan#1

cropped-hijrah1.jpg

 

 

Pagi, pembawa semburat ufuk timur

langit menampakan birunya yang bersahaja

suara kendaraan, lalu lalang seakan meneriakan betapa terburunya pengendara pagi ini,

suasana pagi di luar jendela cukup ramai,

semua makhluk seakan berinteraksi diluar sana.. itu kiraku saja.

berbeda dengan yang terjadi diluar jendela..

Dalam ruangan 3×3 m2 seseorang terdiam, sembari menatap layar 14 inchi di depannya,

Ia seakan menunggu sesuatu, jarinya bergerak cepat diatas tuts keyboard. Menekan huruf sembari tatapannya tertuju pada layar. Ia tak bergeming sama sekali. Fokus dengan apa yang dilakukannya. Sama sekali tidak terganggu dengan suara bising dari luar jendela.

masih menunggu surat balasan dari seseorang nan jauh disana.

2 surat balasan dari orang yang berbeda.

—Bersambung—

 

 

especially ^^

Padamu mentari yang menggantung di pagi hari,

Untukmu siang yang teriknya tak terlalu,

Bagimu malam yang belum ku tahu bagaimana gemerlap mengitarimu…

IMG_0013

Aku adalah pena yang tak tahu harus menulis apa,

Hanya karna menanti hadirnya yang tak kunjung terdengar tapaknya..

Disini menunggu  surat balasan darinya,

Berharap menyelesaikan tulisan-tulisan yang belum terselesaikan dan terlanjur Ia baca..

 

Ia, hmmm jika saja paham bagaimana aku sekarang ini,

terburu dengan waktu, berkejaran dengan matahari…

jika saja Ia paham…

Aku benar-benar tak tahu harus bagaimana, hingga surat-surat darinya datang..

kedatangan yang entah bagaimana seperti tak mengerti bahwa aku disini menunggu dengan pasti…

kedatangannya sungguh membuat jantungku terpacu lebih cepat, semakin mantap langkahku, dan dengan mudah aku menggenggam cakrawala…

sungguh berharga, kedatangannya…

Jika saja Ia paham >.<

 

Oh, adakah sesuatu hal yang membuat hadirnya tak secepat yang ku ingin?

12 hari sudah berlalu sejak pertama kalinya aku menunggu surat balasan darinya..

hampir 2 minggu!

ada apakah gerangan? sesuatu hal menyulitkannya kah?

ah, pikiran buruk menyisip di kepalaku. Berfikir, “jangan-jangan Ia tak berniat mengirim surat balasan untuk ku, atau Ia sengaja mempermainkan aku, menguji kesabaranku”

Aku benar-benar ketakutan dengan pikiranku sendiri… takut benar, kalau-kalau Ia memang tak berniat mengirim surat balasan untuk ku. Aku benar-benar kacau, hanya karna memikirkannya saja. Jemariku kaku dan badanku lemas rasanya. Aku tak tahu harus bagaimana jika itu benar terjadi. Sisi lain dari diriku mengatakan, “berfikir positiflah, tak pernah ada yang sia-sia di dunia ini. termasuk saat kamu menunggu surat balasan itu, pasti akan datang. sebab ketika kamu menginginkan sesuatu, seluruh jagad raya akan bersatu padu untuk mendukungmu. bersabarlah. berdoa. dan tunggulah dengan sabar kehadiran surat-surat balasan itu.”

 

Woooaaahhh!!!!!!!!!!!

sepertinya aku benar-benar marah dengan adegan menunggu yang entah kapan berakhirnya, dan entah mengapa aku tetap memilih untuk mengikuti kata positif dari sisi diriku yang lain. memilih untuk bersabar, berdoa dan tetap menunggu dengan penuh harap.

huhooo menunggu :v

komposisi dari: emosi, bosan, tengokan, termangu, diam, gelisah, risau, sabar, harapan, dan masa depan. yah, terkadang juga ada kondisi dimana hujan turun atau panas yang terlalu terik hingga menambah romantisme menunggu.

Especially.

aku disini menunggu dengan penuh harap, sabar untuk masa depan. menunggunya. berharap goresanku ini menjangkaunya, meski kemungkinannya sangat kecil. 2% dari 100%. hampir mustahil haha (tertawa pahit).

INGAT! aku menunggunya! disini! tak mengenal pagi, siang ataukah malam. selalu, disini! menunggu dengan pasti! ^^ aku tak kan menyerah karnanya. aku memilih bersabar. karna Ia adalah keretaku yang akan membawaku melanjutkan perjalanan yang lebih menakjubkan. dan kereta tak pernah berdusta untuk datang dan mengantar para penumpang sampai di tujuannya.

baiklah, ku katakan “HATUR NUHUN” untuknya. membuatku merasakan bagaimana menunggu, bersabar, berharap dan mengejar masa depan disaat yang bersamaan.. 🙂

 

 

 

 

Untukmu, seseorang itu…….

7

April. Iseng membuka novel yang ada diantara tumpukan buku yang belum ku baca. Yaps, aku ingat. Buku ini milik salah seorang adik kelas ku terpaut 4 tahun dari almamater SMA ku.

Sekilas, dari sampulnya aku menerka bahwa buku ini berkisah tentang para pejuang pengumpul lembar-lembar rupiah untuk hidup. Hal itu terlihat dari sampul, terdapat siluet 5 laki-laki dengan pose yang berbeda. Yah, aku kira pose/ gaya itu mencerminkan profesi yang digeluti. 5 laki-laki yang tentunya menjadi tokoh utama dari novel yang aku pegang ini.

“Keajaiban Rezeki” sebuah novel karya Tasaro Gk yang terinspirasi dari buku-buku tulisan seorang pengusaha bernama Ippo “Right” Santoso. Novel ini tak begitu tebal, hanya 373 halaman dengan tebal kira-kira 4 cm.

Aku bukan mau meresensi buku ini atau membuat sinopsisnya. Aku hanya ingin menuliskan apa-apa yang berjubel di otak ku usai melahap habis novel ini. Jujur saja, aku menulis ini karena aku teringat seseorang yang masih memiliki ikatan darah denganku. Ia yang bekerja keras untuk apa-apa yang ingin Ia capai. Ia seorang pengusaha yang tidak lama lagi berjaya. Aku sangat meyakini itu, karena hasil tak pernah menghianati proses.

Untuk seseorang itu, aku akan menceritakan padamu tentang isi buku ini yang berkaitan erat denganmu. tentu tentang bagaimana sukses dunia akhirat. Semoga berkenan membaca tulisanku ini.

Untukmu, seseorang itu…..

Ada lima pertanyaan mendasar dan harus dijawab oleh seorang pribadi. Pertanyaan yang jawabannya cukup kamu saja yang mengetahuinya. Penting dari pertanyaan ini adalah bagaimana kamu menjawabnya, memahaminya dan melangkah untuk membuat perubahan dalam hidupmu untuk menjadi lebih baik. Hidup sukses dunia akhirat. Pertanyaan itu adalah…

  1. Apakah hal yang paling kamu nikmati dalam hidup?
  2. Apakah bidang yang paling kamu kuasai?
  3. Apakah hal yang kamu kuasai dan minati itu bisa mendatangkan penghasilan?
  4. Apakah hal yang anda kuasai dan minati itu bisa mendatangkan kebahagiaan?
  5. Apakah kedua hal tadi sesuai dengan persepsi publik terhadap kita?

Jika kamu mampu menjawab lima pertanyaan itu, maka kamu telah memiliki pembeda abadi. Itu akan menjadi kekuatan utamamu agar menjadi manusia diatas rata-rata.

Oh iya. perlu kamu tahu, aku bukan mau menghakimimu. Hanya ingin berbagi dari apa-apa yang telah aku baca. Berharap tulisan ini berarti untukmu ^^

Novel ini menceritakan, betapa kita sangat membutuhkan keberadaan “sepasang bidadari”. Maksudnya adalah, harus ada keselarasan antara kesenangan pribadi dan kesenangan orangtua. Ini tentang keselarasan mimpi. Jika kita mampu menyelaraskan mimpi kita dengan mimpi orangtua, doa kita menembus langit. Sebaliknya, jika mimpi kita tidak selaras bahkan bertentangan dengan doa orangtua, itu menjadi penghalang turunnya rezeki yang baik. Paling praktis kita bisa meminta orangtua kita supaya menyebutkan doa kita dalam doa mereka. Keselarasan doa itu bisa dimulai dengan cara kita mengulang permintaan maaf kita kepada orangtua kita. Padahal orangtua dan doa mereka adalah bidadari.

Aku sangat mengenalmu. Kamu adalah seseorang yang sangat berbakti pada kedua orangtua. Aku pikir, kamu sudah memiliki sepasang bidadari 🙂

Selain itu, ada 13 wasiat terlarang. Hanya ada beberapa yang disebutkan dalam novel ini. Wasiat itu adalah…

  1. Tertawalah
  2. Bermainlah dengan Raja Namrud. Yah, ingat bukan tentang kisah Raja Namrud & Nabi Ibrahim. Tepatnya ketika Nabi Ibrahim meletakan kampak di Berhala yang terbesar setelah meruntuhkan berhala yang lain, kemudian ditanyai oleh Raja Namrud, “Apakah Ia (Nabi Ibrahim) yang memenggal kepala berhala-berhala itu?” Nabi Ibrahim pun menjawab bahwa pelakunya adalah berhala yang terbesar. Raja Namrud marah besar, dan mengatakan bahwa tidak mungkin berhala terbesar yang notabene terbuat dari kayu itu yang menghancurkan berhala-berhala. Kemudian Nabi Ibrahim menjawab, “Kalau tahu mereka -berhala cuma patung yang tidak bisa apa-apa kenapa menyembahnya?” >.< Intinya adalah menghadapi raja semacam Raja Namrud Nabi Ibrahim pun memilih permainan logika. sebab, semua orang menyukai logika.
  3. Berceritalah….. dst.

Ada satu hal yang sangat ditekankan oleh penulis buku ini. Yaitu, tentang “Otak kanan”.

Bagaimana kita menjalani hidup dengan otak kanan. tidak sepenuhnya dengan hitung-hitungan. Memperbanyak shodaqoh itu sangat penting.

Dan, semoga tulisan ini bermanfaat untuk mu, seseorang itu…. 🙂

Berharap suatu saat aku bisa membawakan buku ini untukmu. Buku tentang keajaiban Rezeki, 13 wasiat terlarang dan otak kanan. Semoga ^^

 

 

layang-layang

layangan(sumber: http://soulofjakarta.com/images-artikel/besar/layangan)

“Jangan mengejar layangan putus!”

ah, kalimat itu begitu membekas dibenak ku.

sohib, tahukah kamu? kalimat itu tak mau pergi dari pikiran ku. Masih terngiang bagaimana kamu mengucapkan itu. Jujur, aku membenarkan tentang makna dari kalimat itu. meskipun tak sepenuhnya aku setuju.

“Layangan putus” sama saja dengan impian yang tak mungkin tercapai.  Sesuatu yang tidak mungkin untuk diwujudkan. Idealisme yang begitu muluk dan sulit untuk direalisasikan atau bahkan tak mungkin terjadi dalam realita.

Yah, pada dasarnya ada hal-hal di dunia ini yang memang tak bisa kita wujudkan. seperti halnya terbang diatas awan tanpa menggunakan alat bantu apapun atau berharap bisa terbang dengan bubuk piksi dari dunia Thinker bell, berharap kemanapun dan kapanpun seperti Nobita yang memiliki Doraemon. Hmm bahkan untuk selalu bahagiapun itu tidak mudah, layaknya spongebob dan petrick. Dengan kata lain, hidup tak seindah film kartun, komik, anime, atau sejenisnya. Kita manusia dengan keterbatasan yang kita miliki, dan Sang Pencipta dengan segala kekuasaanya mampu mewujudkan apapun yang menjadi kehendaknya. Dalam firmannya pun disebutkan, “Kun, maka terjadilah”. Sangat simpel bagi Nya.

Aku pun masih teringat dengan tanggapanku atas kalimat yang kamu ucapkan. Tanggapan yang membuat diriku sendiri pun berfikir ulang, benarkah begitu adanya? jangan-jangan aku hanya mencoba menenangkan dirimu saja, mencoba menyemangatimu meski getir rasanya karna sebenarnya mungkin (parahnya) aku sejatinya sedang menyemangati diriku sendiri. Ah, entahlah.

“Loh, tidak masalah bukan? Kalau kita mengejar layangan putus. Yah, mungkin sulit, namun bisa saja itu layangan nyangkut di pohon dan kita bisa memanjat untuk mengambilnya. Asal gak nyangkut di tiang listrik saja sih, bahaya kan kalo kita ngambil nanti malah kesetrum.Haha”

Saat itu aku tertawa. Yah, kita tertawa. entah mentertawakan apa. Mencoba berdamai dengan diri kita masing-masing (mungkin). Percakapan yang sungguh tidak lucu. Terlalu serius sebenarnya. Karna ini menyangkut bagaimana diri kita masing-masing melangkah. Lebih tepatnya melanjutkan langkah. Langkah-langkah kecil yang menjadi penentu beribu langkah kedepannya. Kamu yang sedang dipersimpangan, dan aku yang sedang ditanjakan.

Kembali lagi dengan kalimat itu. “Jangan mengejar layangan putus”

Aku mencoba memaknainya dengan hal yang berbeda. Bagiku tak masalah mengejar layangan putus. Mengapa?

Yaps, karena bagiku layangan putus itu seperti impian kita yang masih ada diatas awan, , sedang terkatung-katung diatas pohon atau tiang listrik, bahkan entah dimana jatuhnya. Memang tak mudah untuk meraihnya, mengambilnya, memilikinya. Harus dengan berlarian, bahkan berlomba dengan orang lain untuk meraihnya hingga terkadang harus memanjat pohon, pagar atau dimarahi orang karena semangat yang begitu menggebu untuk mendapatkan layangan putus sehingga mengganggu orang lain. Haha kali ini aku benar-benar tertawa. Aku teringat masa kecil mengejar layangan dan dimarahi simbah wkwkwkwwkwkwk 😀

sohib, kalimatmu memberiku inspirasi sekaligus menambah amunisi baru untuk melanjutkan langkahku.

“Jangan pernah mengejar layangan putus”

Ada kalanya kalimat itu benar, ketika kita memang sudah diambang batas kemampuan kita untuk meraih apa yang kita impikan. Seperti halnya ketika kita mengejar layangan putus, sedang adzan maghrib sudah menggema, maka kita harus menyudahi acara mengejar layangan, dan segera pulang ke rumah. Sama halnya dengan kita. Impian itu harus dengan sungguh-sungguh kita raih dengan kerja keras, kesabaran, istiqomah dan selalu tawakal.

Aku selalu teringat dengan ucapan ustadz ku, “Man jadda wa jada” (Siapa yang bersungguh-sungguh maka akan berhasil).

Hasil tidak pernah menghianati proses & tak ada satu hal di dunia ini yang kita lakukan dan itu sia-sia. Keep positive thingking. Be the best. Fighting!

Sampai jumpa di puncak sohib. Puncak yang mempertemukan aku dan kamu dalam pijak langkah yang mantap dan layang-layang sudah dalam genggaman. Sungguh aku menanti saat itu terjadi.

sebelum masa itu, sekarang “Ayo mengejar layang-layang!”

layang-layang mu. layang-layang ku.

——————-

Teruntuk: Sohibku yang dinner malam ini bersamaku ^^

Karangwaru lor. 31.3.2016

 

 

 

 

 

 

 

LEMON ENERGY

You gotta keep winning or get pushed to the edge

Wirdatul Aini

Live your life with read and write ^^

Gizi is Easy!

Sharing nutrition things and others

perpuskecil.wordpress.com/

some books to share from my little library

KacamataBanyu

Lepaskan dan terimalah ia, war :)

ayatayatadit

[citation needed]